Tampilkan postingan dengan label Jogjakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jogjakarta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 November 2011

PARIS (Parang Tritis)

Salam Alam!!

Have you ever heart about Parang Tritis?? Yeah, it is in Jogjakarta.
Dikesempatan kali ini, saya dan Mukti berkesampatan mencoba pergi ke Parang Tritis. Kami pergi kesana menggunakan mobil. Dengan kesabaran Pak Pomo yang saya tagih untuk parkir di tempat yang strategis atau PEWE,akhirnya kami bisa mendapat spot yang asik untuk santai-santai dan duduk-duduk menikmati deru ombak yang super besar.

Huge Wave

Jogjakarta sebetulnya memiliki banyak pantai dan laut yang cantik, mungkin inilah keunikan pantai dan laut di Jogjakarta. Ombak yang selalu besar yang selalu dikaitkan dengan nyi roro kidul, fasilitas wisata yang ditawarkan contohnya seperti di PaRis ini.

Di PaRis kita bisa menemukan ATV dan andong. Mungkin itulah yang membedakan dengan pantai lain. Untuk pergi ke PaRis butuh waktu sekitar 2 jam naik mobil dan untuk memasuki wilayah PaRis ini kita dikenakan biaya mobil dan perorangan.

Pantainya indah, hawanya sejuk dan batu karang nya yang "beda" sangat artistik membuat saya senang dan betah berada di sana. Bermain Atv,naik andong dan yang nggak pernah ketinggalan adalah foto. View yang bagus dan pencahayaan yang perfect yang buat saya puas. LOL. Mungkin memang saya yang narsis. Hahaha..

Sekarang kita coba bahas satu-satu, what i did there!

Setibanya disana saya mencoba untuk bermain ATV yang harganya 100ribu rupiah per 30 menit. Saya dan Mukti memilih yang besar, untuk yang kecil harganya sekitar 75ribu rupiah.

Yellow ATV

ATV kuning ini sempet mogok dijalan loh. hahaha.. dan kami sempat kebingungan, untuk alatnya masih baru dan pemberitahuan tentang mesinnya masih jelas :D

Setelah coba ATV, kami kemudian coba naik andong yang sedikit berbeda dengan yang dikota. Perbedaan nya terletak pada bangkunya yang kecil dan bentuk andong nya.. Untuk fasilitas ini, kami mengeluarkan uang 25ribu dan untung nya bapak kusirnya baik banget. Jadi kami pergi kesekitar batu-batu karang besar dan foto-foto disana dan pak kusirnya nungguin sekaligus jadi fotografer dadakan.









 Setelah puas foto-foto bebatuan dengan view yang ciamik, akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi foto-fotonya. DAN... sekarang saatnya naik kuda. Alhamdulillah kami dapet gratis, karena kuda nya punya temennya pak kusir dan pak kusir ngasih kami gratis karena menurut beliau sih kami baik dan sopan. Karena katanya biasanya mereka nggak menghargai kusir. hmmm,kasihan!seharusnya tetep menghormati yang tua sih ya..


 And finish for the games. Kami puas mencoba beberapa fasilitas berbayar disana. At least worth banget sama apa yang kami keluarkan. View nya, keramahan orangnya, pencahayaannya :)

See you in our next trip!!

Selasa, 04 Oktober 2011

Ratu Boko Temple

Salam alam!

On June leisure opportunities, me and Mukti went to Yogyakarta. One was Ratu Boko. Why Ratu Boko, because Candi Ratu Boko is also a great loss not just the Borobudur Temple or Prambanan. To see the statue of Ratu Boko, we have to go through its steps. yes, I consequently tired because i had been sick. Fortunately there ,Mukti carried my heavy bag faithful . LOL ..

Thats lil bit history of Ratu Boko 

Ratu Boko ( Queen of Boko)

Ratu boko is a temple of Hindus people. 
Ratu Boko is an archaeological site known to modern Javanese as Kraton Ratu Boko or Ratu Boko's Palace. Ratu Boko is located on a plateau, about three kilometres south of Lara Jonggrang Prambanan temple complex in Yogyakarta Indonesia. The original name of this site is still unclear, however the local inhabitants named this site after King Boko, the legendary king mentioned in Loro Jonggrang folklore.
The site covers 16 hectares in two hamlets (Dawung and Sambireja) of the village of Bokoharjo and Prambanan. In striking contrast to other Classic-period sites in Central Java and Yogyakarta, which are remains of temples, Ratu Boko displays attributes of an occupation or settlement site, although its precise functions is unknown.Probably the site was a palace complex which belongs to the kings of Sailendra or Mataram Kingdom that also build temples scattered across Prambanan Plain. The argument was based on the fact that this complex was not a temple nor building with religious nature, but a fortified palace instead which evidence in the remnant of fortified walls and the dry moat as defensive structures. The remains of settlements also founds in Ratu Boko vicinity. This site is located 196 m above the sea level, on the highest point in the site, there is a small pavilion from which one will be able to see a panoramic view of Prambanan temple with Mount Merapi as the background. (http://en.wikipedia.org/wiki/Ratu_Boko)

Arriving at the Boko Ratu (before going to the Temple), we saw a beautiful landscapes and an international restaurant.




 Thats me and Mukti. we were in the Ratu Boko's Restaurant. Mukti terlihat gemuk disana dan saya agak tembem :(

Lil waterfall and big trees


Anak tangga yang harus saya lewati. fiuhh
FINALLY! We arrived in the middle of the temple. NOT a top of temple but the middle. Thats really a beautifull place!!

Middle of the temple

Lorong dari candi nya

Tangga-tangga candi

Okay, after that we tried to go to the top to see the statue of Ratu Boko. It took a long time too because a lot of stairs :(
Ini diambil dari tempat deket Ratu Boko
We didn't dare to take a picture next to the statue of Ratu Boko, because my mother said that, me and Mukti would broke up. Its kinda a curse. hiiii


thats really high!im on the top of building now!
To go there, we only paid IDR 30.000 and thats include Prambanan Temple :)

See you in our next trip. Salam!!